Segala sesuatu yang berbasis syariah kini semakin diminati, seperti salah satunya produk asuransi kesehatan syariah . Apakah memang perlu me...

Pengertian, Manfaat Serta Hukum Asuransi Kesehatan Syariah

Segala sesuatu yang berbasis syariah kini semakin diminati, seperti salah satunya produk asuransi kesehatan syariah. Apakah memang perlu menggunakan asuransi kesehatan dan apa sih manfaat memiliki asuransi kesehatan?

Berbagai macam pertanyaan di atas memang kerap muncul pada orang yang masih minim pengetahuan tentang asuransi kesehatan terutama yang berlabel syariah. Sebagai tambahan wawasan, kami sajikan ulasan singkat mengenai apa itu asuransi kesehatan syariah.

Hukum Asuransi Kesehatan Syariah

1. Perbedaan antara asuransi kesehatan syariah dengan yang biasa
Hal mendasar yang menjadi perbedaan antara asuransi berbasis syariah dengan yang biasa (konvensional) adalah pada prinsip pengelolaan dana serta akadnya. Untuk asuransi kesehatan syariah, dana yang digunakan untuk klaim misalnya, sebenarnya dana dari semacam pinjaman dari peserta lain sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwasanya, asuransi kesehatan syariah berbasis prinsip tolong menolong atau gotong royong.

Pada awal kesepakatan antara pemilik polis dengan perusahaan asuransi syariah, juga tidak terlepas dari adanya akad. Pada asuransi syariah terdapat 2 macam akad yang biasanya dilakukan yaitu akad tijarah dan akad tabarru. Untuk akad tijarah merupakan akad yang terkait kesepakatan pengelolaan dana untuk menghasilkan keuntungan. Sedangkan akad tabarru adalah akad yang berkaitan tentang kesepakatan pemilik polis untuk setuju dengan asas tolong-menolong. Prinsip ini diterapkan pada asuransi kesehatan.

2. Manfaat yang didapatkan saat menggunakan asuransi kesehatan syariah
Bagi yang sering mengalami sakit, harus melakukan perawatan serta pengobatan, memiliki asuransi kesehatan syariah bisa jadi sangat bermanfaat. Jadi, jika harus dirawat atau menjalani pengobatan rawat jalan, segala biaya seperti biaya kamar, tindakan operasi, penebusan obat, dan perawatan dari dokter biasanya sudah termasuk dalam pertanggungan asuransi kesehatan syariah. Semakin besar biaya kontribusi yang diberikan, maka akan semakin besar pula dana asuransi yang mungkin didapatkan.

3. Bagaimana hukum asuransi kesehatan syariah
Sebagai salah satu produk asuransi syariah yang memang diawasi dan dijaga ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) tentunya telah melalui prosedur serta pengujian. Hal ini menjamin bahwa asuransi kesehatan syariah bersifat halal. Dalam pengelolaan dana asuransi, pihak perusahaan berupaya semaksimal mungkin untuk tidak menggunakannya pada sesuatu yang terkait dengan hal subhat terlebih haram.

Itulah sedikit pengertian, manfaat dan hukum asuransi kesehatan syariah yang harus kita ketahui bersama.